قال تعالى

Tampilkan postingan dengan label I'lanat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label I'lanat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Januari 2009

Dulur Muslim..., Hayu Urang Qunut Nazilah...!

Bayan DSP PKS - Seruan Qunut Nazilah

BAYAN
DEWAN SYARIAH PUSAT PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
NOMOR: 25/B/K/DSP-PKS/1430
TENTANG
SERUAN QUNUT NAZILAH

Sampai saat ini bangsa Palestina menghadapi pembantaian secara biadab oleh zionis Israel tanpa henti. Ribuan korban berjatuhan, baik anak-anak, wanita, orang tua dan penduduk sipil lainnya. Pembantaian dan kezhaliman di tengah diam dan membisunya para penguasa dunia Islam, khususnya dunia Arab. Dunia seluruhnya menyaksikan kebiadaban dan kezhaliman Zionis Israel, tetapi penjajah itu tidak bergeming dan tidak malu terus-menerus membantai umat Islam di Palestina. Dalam suasana seperti ini ada suatu senjata yang sangat mudah tapi ampuh untuk digunakan umat Islam. Ialah berdo’a, beristighfar dan mendekatkan diri kepada Allah. Di antara bentuk do’a yang disunnahkan adalah melakukan Qunut Nazilah dan memperbanyak istighfar.

Tata Cara Qunut Nazilah

Qunut Nazilah adalah pembacaan do’a yang dilakukan umat Islam untuk menolak kezhaliman musuh-musuh Islam dan menghindarkan diri dari berbagai fitnah serta musibah. Do’a Qunut diucapkan pada saat sholat fardhu, yaitu ketika I’tidal setelah ruku’ pada rakaat terakhir. Dan Rasulullah SAW mencontohkan kepada umatnya bagaimana melakukan Qunut Nazilah. Ketika sahabat Nabi SAW yang diutus untuk mengajarkan Islam dan Alqur'an dikhianati dan dibantai oleh kaum kafir pada peristiwa yang dikenal sebagai Ba'tsul Raji' (10 sahabat) dan Bi'ru Ma'unah (70 sahabat). Rasulullah SAW melakukan Qunut Nazilah pada setiap shalat wajib sebagaimana disebutkan dalam hadits:

[arabic text, download from: http://www.dsp-pks.org/download.php]

Artinya: “Rasulullah saw melakukan qunut (Nazilah) selama satu bulan setelah ruku' mendo'akan untuk kebinasaan suatu wilayah dari bangsa Arab" (Mutafaqun alaihi)

[arabic text, download from: http://www.dsp-pks.org/download.php]

Artinya: " Rasulullah saw melakukan qunut(Nazilah) satu bulan berturut-turut dalam shalat Dhuhur, Asar, Maghrib, Isya dan Shubuh, tatkala berkata sami'allahu liman hamidah pada rakaat terakhir. Mendo'akan untuk kebinasaan perkampungan Bani Sulaim, kabilah Ri'l, Dzikwan dan 'Ushiyyah. Sahabat di belakangnya mengamini" (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Do’a Qunut Nazilah tetap dibaca jahar baik pada sholat jahriyah maupun sirriyah. Dan bagi imam dibolehkan membaca do’a dengan teks.

Contoh Do’a Qunut

[arabic text, download from: http://www.dsp-pks.org/download.php]

Ya Allah berilah keteguhan pada kami bersama orang yang mendapat hidayah, berikanlah pada kami afiyah( kesehatan dan keselamatan) bersama orang yang engkau beri afiyah,, jadikanlah pada kami pelindung bersama orang yang Engkau lindungi, berkanlah kepada kami keberkahan dari apa yang Engkau berikan kepada kami, selamatkanlah kami dari keburukan yang Engkau telah tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang memutuskan dan bukan yang diputuskan, sesungguhnya Engkau tidak menghinakan orang yang berlindung pada-Mu, Maha Suci Engkau dan Maha Agung”. Ya Allah kami memohon pertolongan kepada-Mu, beristighfar pada-Mu dan tidak kufur pada-Mu, kami beriman pada-Mu dan berlepas dari orang yang bermaksiat kepada-Mu. Ya Allah hanya pada-Mu lah kami beribadah, shalat dan sujud, kepada Engkau kami beramal dan berusaha, kami mengharap rahmat-Mu dan takut akan adzab-Mu. Sesungguhnya adzab-Mu pasti sampai pada orang kafir.

Ya Allah tolonglah saudara kami yang terdhalimi di Palestina, Ya Allah tolonglah saudara kami mujahidin di Palestina Ya Allah tolonglah mereka dengan pertolongan yang kuat, satukanlah kalimat mereka, tepatkanlah tembakan mereka, turunkanlah kepada mereka sakinah, jadilah Engkau penolong dan pelindung mereka, Ya Allah mereka terdhalimi maka belalah mereka, mereka faqir berilah mereka kecukupan , rahmatilah orang yang meninggal di antara mereka, sembuhkanlah yang luka diantara mereka, terimalah yang mati syahid di antara mereka, ya Allah dukunglah mereka dengan dukunganMu, jagalah mereka dengan penjagaanMu, Wahai Dzat Yang Maha Kuat Maha Perkasa.

Ya Allah Dzat yang menurunkan kitab, menjalankan awan, Yang Maha Cepat perhitungannya, Yang mengalahkan pasukan sekutu, kalahkan Yahudi dan goncangkanlah mereka dengan goncangan yang dahsyat. Ya Allah mereka telah kurang ajar dan berbuat kerusakan di bumi, ya Allah berantakanlah kumpulan mereka cerai beraikan mereka, lemparkan di hati mereka rasa takut. Ya Allah jadikanlah perselisihan yang sengit antar mereka, wahai Dzat Yang Maha membalas, balaslah kaum durjana, dan turunkan atas mereka siksa-Mu yang tidak bisa dielakkan oleh kaum yang zhalim.

Jakarta, 10 Muharram 1430 H
8 Januari 2009 M
DEWAN SYARI’AH PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
KH. DR. SURAHMAN HIDAYAT, MA
KETUA

Minggu, 28 Desember 2008

TOR Pekan Muharam

  1. Latar Belakang

Tahun Baru Islam merupakan momentum penting untuk melakukan perubahan karena—sebagaimana yang kita ketahui—penetapan tahun Islam didasarkan kepada Hijrah RasululLahu saw, dan Hijrah RasululLah beserta para sahabat itu erat kaitannya dengan perubahan, perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Momentum ini sangat tepat bagi kita—sebagai Partai Dakwah—beserta masyarakat untuk melakukan perbaikan dan perubahan.

Perbaikan dan peningkatan kualitas ruhiyah, fikriyah, amaliyah, dan ukhuwah kader dakwah menjadi yang harus didahulukan agar dapat mengajak masyarakat, dan membentuk masyarakat yang ingin berubah serta optimis untuk menuju Indonesia yang lebih baik.

Datangnya Tahun Baru Islam 1430H perlu diisi dengan berbagai kegiatan yang akan memantik proses perubahan dan kemenangan yang kita inginkan

  1. Nama Program

Pekan Muharram

  1. Tujuan

    1. Menumbuhkan semangat juang kader dan masyarakat untuk berubah menuju kehidupan yang lebih baik.

    2. Menyadarkan kader akan kesempatan berkontribusi social untuk meraih kemenangan.

    3. Melakukan konsolidasi antar kader dan masyarakat.

  2. Sasaran

    1. Terkuatkannya ruhiyah kader dan masyarakat.

    2. Terakomodasikannya harapan masyarakat akan kehidupan yang lebih baik.

    3. Tersampaikannya informasi tentang perubahan dan langkah konkret mencapainya.

    4. Terbentuknya opini positif terhadap tahun baru islam dan kinerja kader.

    5. Terjalinnya interaksi saling menguntungkan antar kader dan masyarakat.


  1. Tema Program

Hijrah Menuju Kepedulian untuk Mewujudkan Kesejahteraan Umat

  1. Kegiatan

    1. Muhasabah Dengan Keluarga Besar

    2. Mabit dgn Masyarakat dan atau Mabit Kader

    3. Tabligh Akbar

    4. Kerjasama dengan Masjid

    5. Tau’iyah dengan tulisan

    6. Risalah Muharam

    7. Pemasangan Spanduk

    8. Membersihkan masjid

    9. Menyantuni anak yatim

    10. Seminar-seminar

    11. Shaum muharram



  1. Dalil-dalil Shaum ‘Asyuraa (tanggal 10 Muharram) dan Tasuu’a (tanggal 9 Muharram)


عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَالْيَهُودُ تَصُومُ عَاشُورَاءَ فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ ظَهَرَ فِيهِ مُوسَى عَلَى فِرْعَوْنَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَصْحَابِهِ أَنْتُمْ أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْهُمْ فَصُومُوا. رواه البخاري

Dari Ibnu Abbas berkata: RasululLah saw datang di Madinah, saat itu Orang Yahudi berpuasa ‘Asyura [ke 10 Muharram] mereka berkata: hari ini adalah hari di mana Musa mengalahkan Firaun. Dan RasululLah saw berkata kepada para sahabatnya: kalian lebih berhak dari mereka atas Musa, untuk itu berpuasalah.” [H.R. Bukhari]

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ .... وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ. رواه مسلم

“Dari Abu Qatadah al-Anshariy r.a. bahwa RasululLah saw ditanya tentang puasa hari Arafah. RasululLah saw menjawab: menghapus [dosa] setahun yang lalu dan berikutnya. [ketika] ditanya tentang puasa ‘Asyura, menjawablah RasululLah: menghapus [dosa] setahun yang lalu.” [H.R.Muslim]

أَبُوْ غَطَفَانَ يَقُولُ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ حِينَ صَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَنَا بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ صُمْنَا يَوْمَ التَّاسِعِ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.رواه أبو داود

“Abu Ghathafan berkata: aku mendengar AbdulLah bin Abbas berkata: “Ketika RasululLah saw berpuasa hari ‘Asyura dan memerintahkan kami berpuasa. Mereka berkata: “Wahai RasululLah sesungguhnya hari itu adalah hari di mana Yahudi dan Nasrani mengagungkannya [Hari ‘Asyura’]. RasululLah saw menjawab: “Kalau tahun berikutnya kita akan berpuasa pada tanggaal hari sembilan. Tapi sebelum datangnya tahun berikutnya RasululLah saw wafat.” [H.R. Abu Dawud]

عَنْ حَاجِبِ بْنِ عُمَرَ عَنْ الْحَكَمِ بْنِ الْأَعْرَجِ قَالَ انْتَهَيْتُ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ وَهُوَ مُتَوَسِّدٌ رِدَاءَهُ فِي زَمْزَمَ فَقُلْتُ أَخْبِرْنِي عَنْ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَيُّ يَوْمٍ هُوَ أَصُومُهُ قَالَ إِذَا رَأَيْتَ هِلَالَ الْمُحَرَّمِ فَاعْدُدْ ثُمَّ أَصْبِحْ مِنْ التَّاسِعِ صَائِمًا قَالَ فَقُلْتُ أَهَكَذَا كَانَ يَصُومُهُ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَعَمْ.رواه الترمذي

Dari Hajib bin Umar, dari Hakam bin A’raj, berkata: aku menjumpai Ibnu Abbas, dan dia berbantalkan sorban di sekitar sumur Zam-zam, aku berkata: beritahu aku tentang hari ‘Asyura pada hari apa RasululLah saw. puasa, Ibnu Abbas menjawab apabila kamu melihat bulan Muharram hitunglah, berpuasalah di hari kesembilannya aku bertanya lagi demikiankah RasululLah saw berpuasa? Ibnu Abbas menjawab: “ya.”” [HR. Tirmidzi]

  1. Penutup

Semoga Allah memberi kekuatan kepada kita, untuk senantiasa menghidupkan ruh umat, agar dapat hidup bersama dengan Allah dalam segala keinginan dan aktivitasnya.